Pandemi covid-19 mengubah tatanan kehidupan manusia disegala bidang termasuk bidang pendidikan. Tatanan kehidupan yang sudah dirancang sedemikian rupa tiba-tiba harus ditata dan direncanakan ulang menyesuaikan kondisi ditengah pandemi. Betapa tidak, kehidupan manusia yang selama ini mengutamakan kebersamaan dan kedekatan sebagai bentuk keakraban dan persaudaraan tiba tiba diharuskan jaga jarak, menutup diri dan ruang geraknya pun dibatasi.
Bidang pendidikan sebagai salah satu aspek yang sangat terpengaruh dengan pandemi ini, ditantang untuk sesegera mungkin menemukan jalan keluar demi menyelamatkan generasi, baik dari segi keselamatan jiwa maupun keselamatan kecerdasan dan pembentukan karakter sesuai tujuan pendidikan. Tantangan ini menuntut kerja keras dan partisipasi aktif semua kalangan terutama para pegiat dibidang pendidikan.
Sejak masuknya era pandemi, berbagai ide alternatif bermunculan sebagai tawaran solusi dari masalah yang tengah dihadapi.Berbagai Lembaga maupun pribadi yang bergerak dibidang pendidikan tertantang untuk menemukan solusi untuk keberlangsungan proses penempaan anak bangsa ditengah kesulitan yang sedang dihadapi.
Diantara berbagai model dan metode yang ditawarkan, pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dan pembelajaran Luar Jaringan (Luring). Dari kedua kategori ini, penulis mencoba menganalisa dari berbagai aspek.
Ditinjau dari aspek keselamatan dan kesehatan metode Daring cenderung lebih aman karena kontak antar siswa maupun kontak antar guru dan siswa tetap terjaga sesuai anjuran protokol kesehatan. Begitupun jika ditinjau dari segi efisiensi waktu dan efektivitas penyampaian materi dari Guru ke Siswa, karena Guru bisa memaksimalkan waktu untuk menjelaskan materi pada satu jadwal pembelajaran.
Sementara untuk metode Luring yang secara teknis di lapangan dilakukan dengan 2 bentuk yaitu metode kunjungan personal dan metode kunjungan kelompok. Ditinjau dari segi kesehatan dan keamanan metode ini sangat beresiko karena kalaupaun yang dilakukan adalah metode kunjungan personal maka jika ada satu siswa atau guru yang terinfeksi virus COVID-19, guru yang keliling mengunjungi siswa akan menjadi kurir penyebaran virus. Keunggulan metode Luring adalah dari aspek ekonomi karena tidak perlu fasilitas hp android dan pulsa data.
Berdasarkan analisis dari beberapa aspek yang ada, penulis cenderung menganggap metode Daring sebagai metode alternatif yang paling tepat diterapkan dalam masa pandemi. Meskipun butuh biaya yang tidak semua kalangan dapat menjangkaunya namun disinilah dibutuhkan peran pemerintah memfasilitasi agar pembelajaran tetap berjalan efektif dan efisien.
By: Anshar

Mantap pa tulisan pertamanya. Semangat bapa. Salam literasi
ReplyDeletemantulb๐๐
ReplyDeletemantab keren
ReplyDelete๐๐๐๐
ReplyDeleteMakasih semua supportnya
ReplyDelete